Kamis, 11 Mei 2017

Sifat-sifat pramuka

SIFAT-SIFAT PRAMUKA

         Berdasarkan resolusi Konferensi Kepanduan Sedunia tahun 1924 di Kopenhagen, Denmark, maka kepanduan mempunyai tiga sifat atau ciri khas, yaitu :

Nasional, yang berarti suatu organisasi yang menyelenggarakan kepanduan di suatu negara haruslah menyesuaikan pendidikannya itu dengan keadaan, kebutuhan dan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.

Internasional, yang berarti bahwa organisasi kepanduan di negara manapun di dunia ini harus membina dan mengembangkan rasa persaudaraan dan persahabatan antara sesama Pandu dan sesama manusia, tanpa membedakan kepercayaan/agama, golongan, tingkat, suku dan bangsa.

Universal, yang berarti bahwa kepanduan dapat dipergunakan di mana saja untuk mendidik anak-anak dari bangsa apa saja, yang dalam pelaksanaan pendidikannya selalu menggunakan Prinsip Dasar dan Metode Kepanduan.

Rabu, 10 Mei 2017

DKR sragi




KEGIATAN LPK (LATIHAN PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN)


Alhamdulillah kegiatan LPK yang berlangsung pada tanggal 28-29 November 2015 berjalan dengan lancar, yang diikuti 20 peserta dan. Kegiatan ini dilaksanakan di SD 03 Sragi.

DENGAN NAMA DAN BENTUK KEGIATAN SEBAGAI BERIKUT.
a.       Nama Kegiatan
“LATIHAN PENGEMBANGAN KEPEMIMPINANPRAMUKA PENEGAK PANDEGA KWARTIR RANTING 26.10 KECAMATAN SRAGI”
b.      Tema
“Mengembangkan jiwa kepemimpinan yang mandiri dan rasa kebersamaan”
c.       Motto
WE ARE A SCOUT, WE ARE A LEADER”
d.      Bentuk Kegiatan
1.Kegiatan Ceremonial
2. Kegiatan Materi
3. Diskusi
4. Keakraban

berikut dokumentasinya :

 Upacara pembukaan


 pemateri



 jalan malam



 sarapan



Selasa, 09 Mei 2017

pengertian DKR


DKR (Dewan Kerja Ranting)



Apa sih DKR itu..?
Apa sih manfaatnya ikut DKR itu..?
Apa sih apa sih dan apa sih...?
Pasti itu pertanyaan para anggota baru.

Nah, kali ini saya akan membahas apa sih itu DKR.

DKR atau biasa disebut Dewan Kerja Ranting adalah wadah dimana untuk kegiatan pramuka yang bekerja membantu Kwartir Ranting guna mensukseskan kegiatan pramuka di tingkat kecamatan atau disebut Ranting. Organisasi ini merupakan organisasi eksteren dari sekolah.
Syarat untuk mengikuti DKR sebaga berikut.
-          Minimal sudah bantara.
-          Menepati dasa darma
Tujuan kegiatan ini adalah untuk menambah pengetahuan, ketrampilan, pengalaman, dan agar dapat mengelola organisasi.

Kegiatan DKR itu meliputi:
-          LPK (Latihan Pengembangan Kepemimpinan).
-          TURBA (Turun Bawah).
-          LATGAB (Latihan Gabungan).
-          Membantu Kwaran dalam kegiatan SIAGA.
-          Membantu Kwaran dalam kegiatan JAMRAN (Jambore Ranting).
-          Hiking/ Tafakur Alam setiap tahunnya.
-          BUKBER (Buka Bersama).
-          Dll.

Itu merupakan kegiatan DKR, khususnya di DKR Sragi, Kabupaten Pekalongan.
Untuk DKR wilayah lain mungkin akan berbeda kegiatannya. Tetapi kurang lebih kegiatan DKR seperti yang di atas.
Survei membuktikan, alasan ikut DKR adalah sebagai berikut.
1.       Ingin tahu kegiatan DKR.
2.       Ingin mengikuti kegiatan pramuka lebih lengkap.
3.       Ingin menambah teman.
4.       Ingin ikut organisasi pramuka di luar sekolah.
5.       Ingin lebih mandiri.
6.       Ingin menambah wawasan.


Senin, 08 Mei 2017

TAFAKUR ALAM DKR Sragi







 


Hay-hay sahabat Pramuka.... 

Gimana liburan akhir tahun kalian..? menyenangkan bukan..?
 DKR Sragi mau sedikit cerita nih. 

         Alhamdulillah kegiatan rutin DKR Sragi sudah terlaksana yaitu kegiatan TAFAKUR ALAM atau biasa disebut hiking. Yang dilaksanakan tahun lalu tepatnya pada tanggal 25 Desember 2016 ke Bukit Pawuluhan, kecamatan Kandangserang kabupaten Pekalongan. Tujuan dari kegiatan TAFAKUR ALAM ini adalah untuk mendekatkan kita terhadap alam, agar melihat betapa hebat ciptaan Allah SWT. Kegiatan tafakur alam ini juga dapat menumbuhkan kekeluargaan bagi para anggotanya. selain itu, kegiatan ini bisa melihat bagaimana karakter anggotanya masing-masing. Momen ini sangat dinanti-nanti oleh anak-anak DKR, karena kita bisa berkumpul, bercerita ini itu, dan bercanda tawa.

       Dan pada waktu naik kebukit, kita para anggota berangkat pada pukul 23.00. karena pada saat itu cuaca tidak mendukung, sehingga kita menunggu derasnya hujan dengan memanfaatkan waktu untuk istirahat ataupun melihat masyarakat sekitar yang sedang berlatih gamelan jawa. Kita berangkat pukul 23.00 dan sampai kepuncaknya sekitar pukul 03.00 pagi. Itu sungguh perjalanan yang sangat menguras tenaga. Karena pada saat itu, ada anggota kami yang pingsan karena kecapean, kebayangkan..? bagaimana keadaan pada waktu itu. Sehingga kita harus beristirahat dengan waktu yang cukup lama untuk memulihkan tenaga agar dapat sampai kepuncak. Disepanjang jalan kita sempatkan untuk nyanyi-nyanyi, bercerita dan lain-lain. Kadang-kadang ada juga yang curhat. Itu semua untuk memecahkan malam yang sunyi.
Malam semakin larut, kita bingung sudah pukul 01.30 namun belum juga sampai. Sempat ada pikiran untuk menyerah dan untuk kembali. Tapi kita pantang menyerah, akhirnya kita lanjutkan perjalanan. Dan akhirnya kita sampai kebukit pawuluhan. Dan kita siapkan peralatan untuk mendirikan tenda.... di atas sangatlah dingin, angir menerpa dengan kencang. Sehingga untuk mendirikan tenda agak susah karena terhempas oleh angin.
Akhirnya kita bisa beristirahat, dan menunggu pagi. Selanjutnya kita foto-foto selfi..

Yeeeehhh.. selesai. :D